• SMP NEGERI 29 KOTA PONTIANAK
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

POHON JATI

POHON JATI

Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 50-70 m.[1] Berdaun besar, yang luruh di musim kemarau. Jati dikenal dunia dengan nama teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal dari kata thekku (തേക്ക്) dalam bahasa Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala di India selatan. Nama ilmiah jati adalah Tectona grandis L.f.

Tumbuhan ini tidak dapat dikonsumsi, namun daunnya dapat digunakan sebagai pembungkus makanan yang ramah lingkungan.[1] Makanan seperti sego berkat khas Jawa TengahJawa Timur, dan Yogyakarta dibungkus dengan daun jati sehingga membuatnya dapat lebih awet dan memiliki aroma yang khas.[1]

Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1 500 – 2 000 mm/tahun dan suhu 27 – 36 °C baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.[2] Tempat yang paling baik untuk pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH 4.5 – 7 dan tidak dibanjiri dengan air.[3] Jati memiliki daun berbentuk elips yang lebar dan dapat mencapai 30 – 60 cm saat dewasa.[2]

Jati memiliki pertumbuhan yang lambat dengan germinasi rendah (biasanya kurang dari 50%) yang membuat proses propagasi secara alami menjadi sulit sehingga tidak cukup untuk menutupi permintaan atas kayu jati.[4] Jati biasanya diproduksi secara konvensional dengan menggunakan biji. Akan tetapi produksi bibit dengan jumlah besar dalam waktu tertentu menjadi terbatas karena adanya lapisan luar biji yang keras.[4] Beberapa alternatif telah dilakukan untuk mengatasi lapisan ini seperti merendam biji dalam air, memanaskan biji dengan api kecil atau pasir panas, serta menambahkan asam, basa, atau bakteri.[5] Akan tetapi alternatif tersebut masih belum optimal untuk menghasilkan jati dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak.[5]

Umumnya, Jati yang sedang dalam proses pembibitan rentan terhadap beberapa penyakit antara lain leaf spot disease yang disebabkan oleh Phomopsis sp., Colletotrichum gloeosporioidesAlternaria sp., dan Curvularia sp., leaf rust yang disebabkan oleh Olivea tectonea, dan powdery mildew yang disebabkan oleh Uncinula tectonae.[6] Phomopsis sp. merupakan penginfeksi paling banyak, tercatat 95% bibit terkena infeksi pada tahun 1993-1994.[6] Infeksi tersebut terjadi pada bibit yang berumur 2 – 8 bulan.[6] Karakterisasi dari infeksi ini adalah adanya necrosis berwarna coklat muda pada pinggir daun yang kemudian secara bertahap menyebar ke pelepah, infeksi kemudian menyebar ke bagian atas daun, petiol, dan ujung batang yang mengakibatkan bagian daun dari batang tersebut mengalami kekeringan.[6] Jika tidak disadari dan tidak dikontrol, infeksi dari Phomopsis sp. akan menyebar sampai ke seluruh bibit sehingga proses penanaman jati tidak bisa dilakukan.

Komentari Tulisan Ini
Halaman Lainnya
POHON JUWET

Pohon juwet, juga dikenal sebagai jamblang atau duwet, adalah tanaman yang berasal dari Indonesia dan termasuk dalam famili Myrtaceae. Pohon ini memiliki

06/08/2025 14:49 - Oleh Administrator - Dilihat 158 kali
POHON KELENGKENG

Pohon kelengkeng, atau dikenal juga dengan nama longan dalam bahasa Inggris (Dimocarpus longan), adalah tanaman buah yang termasuk dalam keluarga lerak-lerakan (Sapindaceae) dan

06/08/2025 14:48 - Oleh Administrator - Dilihat 137 kali
POHON JAMBU KRISTAL

Jambu kristal adalah varietas jambu biji yang terkenal karena daging buahnya yang tebal, renyah, dan memiliki sedikit biji, bahkan ada yang hampir tanpa biji. Rasanya manis

06/08/2025 14:47 - Oleh Administrator - Dilihat 134 kali
POHON NANGKA MADU

Pohon nangka madu adalah jenis tanaman nangka unggulan yang terkenal dengan buahnya yang manis dan besar. Ciri khasnya adalah daging buah yang tebal, berwarna kuning keemasa

06/08/2025 14:47 - Oleh Administrator - Dilihat 143 kali
POHON SALAM

Pohon salam, dengan nama ilmiah Syzygium polyanthum, adalah tanaman yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Daun salam dikenal sebagai rempah a

06/08/2025 14:45 - Oleh Administrator - Dilihat 139 kali